Sistem Energi Listrik Serta Sumber-Sumber Listrik

Tahukah Anda darimanakah sumber listrik yang selama ini kita gunakan? Telah sekian lama kita menikmati energi listrik, bahkan kita tidak dapat lepas dengan energi listrik dalam kehidupan kita sehari-hari, apakah itu di rumah, di kantor, di sekolah, atau di kampus, maka kita tidak akan pernah lepas dari energi listrik. Dapat dikatakan, kita tidak dapat hidup tenang tanpa adanya listrik karena semua teknologi yang ada saat ini menggunakan listrik. Misalnya saja handphone, lampu lalu lintas, komputer, lampu penerangan, dan sebagainya menggunakan energi listrik. Akan tetapi, pernahkah anda mencari tahu darimana sumber tersebut? Pastinya tidak, bukan? Anda hanya dapat marah dan emosi ketika terjadi padam aliran listrik. Sementara kita tidak dapat menerima apa yang telah dijabarkan detail tentang penyaluran tersebut. Jika Anda mencari tahu tentang sumber dan cara pengalirannya hingga ke rumah kita, tentunya anda akan heran, mengapa bisa demikian? Suatu hal yang tidak masuk akal, namun akan benar adanya setelah dibuktikan dengan teori rumus energi listrik. Di halaman ini kita akan membahas, bagaimana cara mengalirkan listrik dari sumbernya ke rumah kita agar dapat dinikmati seluruh masyarakat.

Dalam sistem penyaluran energi listrik, semuanya ini terbagi dalam beberapa bagian unit yang disebut dengan istilah Sistem Tenaga Listrik (STL), sistem tenaga listrik ini yaitu sebuah rangkaian instalasi penyaluran listrik yang dibagi menjadi :
- Pembangkitan
- Penyaluran/Transmisi
- Distribusi

Pembangkitan
Pembangkitan merupakan proses yang dimana energi listrik dibangkitkan dari suatu tenaga, listrik merupakan suatu energi yang dimana energi hanya dapat dirubah, maka energi listrik itu berasal dari pengubahan energi, sumbernya bisa dari energi apapun itu, contohnya adalah PLTA sebuah Pembangkit bertenaga air, PLTU yaitu sebuah sumber listrik bertenaga uap, PLTD yaitu sumber listrik bertenaga diesel, dan masih ada banyak lagi. Prinsip pembangkitan energi listrik pada dasarnya energi awal (sebuah energi gerak yang akan dirubah menjadi energi listrik) yang dipakai untuk memutarkan turbin yang terhubung dengan generator, di dalam generator terdapat kumparan disertai magnet yang digerakkan oleh turbin yang bergerak oleh energi primer, sehingga menghasilkan elektromagnetik yang akan menghasilkan listrik. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh generator pembangkit listrik tersebut pada umumnya sekitar 6,3 kV dan disalurkan ke Transmisi (dikenal masyarakat yaitu SUTET), sebelum masuk ke Sistem Transmisi tegangan listrik ini dinaikkan (Step-up) menggunakan Trafo Step Up.
Transmisi atau Penyaluran:
Transmisi merupakan suatu proses penyaluran energi listrik dari sistem pembangkitan ke konsumen. Dengan cara tegangan dari pembangkitan di naikkan menjadi tegangan standar transmisi di Indonesia yaitu 70 kV, 150 kV yang diklasifikasikan menjadi Tegangan Tinggi (TT) dan 275 kV, serta 500 kV yang diklasifikasikan sebagai Tegangan Ekstra Tinggi (TET). Tujuan tegangan dinaikkan agar mengurangi rugi-rugi daya akibat panjangnya saluran konduktor (kabel) listrik, semakin tinggi tegangannya maka akan semakin berkurang pula rugi daya yang terjadi. Tegangan yang akan diturunkan untuk keperluan Distribusi biasanya pada tegangan 150 kV dan 70 kV, sedangkan untuk tegangan 500 kV dipakai untuk penyaluran antar Gardu. Saluran transmisi terdiri dari saluran udara (kabel tanpa isolasi) yang biasa disebut SUTT / SUTET dan kabel bawah tanah (kabel dengan isolasi) yang biasa disebut SKTT. Untuk saluran udara pada umumnya dapat dilihat dari tower-tower listrik yang besar, semakin tinggi tegangannya maka akan semakin besar struktur towernya. Pelanggan yang terdapat pada transmisi, disebut juga dengan pelanggan TT yang menggunakan transformator sendiri dalam pemakaiannya. Biasanya mereka menggunakan tegangan 150 kV, contoh pelanggan TT adalah pabrik-pabrik kapasitas besar, seperti peleburan bijih, semen, dsb.

Distribusi
Distribusi merupakan proses penyaluran sistem tenaga listrik dari sistem transmisi ke konsumen (pemakai), Sistem Distribusi dibagi menjadi distribusi primer dan distribusi sekunder. Distribusi primer yaitu sistem penyaluran energi listrik dari transmisi yang telah diturunkan tegangannya oleh trafo step-down menjadi 20 kV yang diklasifikasikan sebagai tegangan menengah (TM), dan disalurkan pula melalui penyulang-penyulang (feeder). Sama halnya seperti transmisi, saluran distribusi primer ada yang menggunakan saluran udara (SUTM) dan ada kabel bawah tanah (SKTM). Untuk kabel SUTM pada umumnya kita dapat melihatnya di pinggir-pinggir jalan yang ada tiang dengan tiga kawat konduktor di atasnya. Sebelum tegangan masuk ke Distribusi sekunder, listrik akan diturunkan lagi tegangannya oleh trafo step-down yang disebut dengan trafo distribusi untuk mendapatkan tegangan sesuai kebutuhan rumah tangga. Jaringan distribusi sekunder merupakan saluran instalasi listrik dari trafo step-down distribusi hingga menuju kWh pelanggan, tegangan pada jaringan distribusi sekunder menggunakan tegangan sebesar 380 untuk tiap-tiap phasanya. Yang dipakai oleh pelanggan sebesar 220 Volt yang diklasifikasikan sebagai tegangan rendah (TR).

Dari sini kita telah memahami konsep sistem penyaluran energi listrik dari pembangkit ke rumah kita agar kita dapat menikmatinya sepanjang hari. Namun, anda pasti bertanya-tanya darimana sumber energi listrik yang mengalir ke rumah anda? Baiklah, akan dijelaskan mengenai sistem kelistrikan kita. Perlu diketahui bahwa listrik yang dibutuhkan masyarakat adalah listrik yang handal. Handal ialah berkurangnya padam listrik yang menyebabkan kerugian pada perusahaan energi listrik akibat kWh yang tidak berjalan. Jadi, pembangkit yang telah ada sekarang ini sudah saling berhubungan dengan pembangkit yang lain. Tujuannya yang tak lain adalah untuk kehandalan sistem penyaluran energi listrik agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya