Jenis-Jenis Transformator Arus Lengkap

Jenis Trafo Arus Menurut Konstruksi Pada Belitan Sisi Primer
Berdasarkan jenis konstruksi pada belitan sisi primernya, maka CT atau current transformer (transformator arus), dapat dibedakan menjadi 2 (dua) bentuk, yakni:
- Sisi batang utama (bar primary) atau disebut juga dengan top core type (tipe belitan inti berada di atas)
Menurut sisi batang utama (bar primary) yaitu konstruksi CT (Current Transformer ataupun Trafo Arus) dapat dijelaskan pada gambar berikut ini. Dari gambar dapat dilihat bahwa arus mengalir melalui batang utama dan posisi lilitan trafo arus berada di atas dari suatu bagian peralatan CT (Current Transformer ataupun Trafo Arus) tersebut.
Untuk penampakan dari luarnya, dapat diketahui berdasarkan bentuknya yang lebih besar di bagian atasnya.

- Sisi lilitan utama (wound primary) atau disebut juga dengan bottom core type (tipe belitan inti berada di bawah)
Sedangkan menurut Sisi lilitan utama (wound primary) atau disebut juga dengan bottom core type (tipe belitan inti berada di bawah) yaitu konstruksi CT (Current Transformer ataupun Trafo Arus), dapat dijelaskan pada gambar berikut di bawah ini. Dari gambar di bawah ini dapat dilihat bahwa arus yang mengalir dari klem melalui bagian dalam ct ke arah bawah bagian trafo arus dan posisi lilitan trafo arus berada di bagian bawah dari suatu bagian peralatan CT (Current Transformer ataupun Trafo Arus) tersebut.
Untuk penampakan dari luarnya, dapat diketahui berdasarkan bentuknya yang lebih besar di bagian bawahnya.

Jenis Trafo Arus Menurut Konstruksi Dari Jenis Intinya
Berdasarkan pembagian menurut dari konstruksi pada jenis inti suatu transformator arus (current transformer - CT), maka trafo arus dibedakan menjadi:
a. Trafo arus memiliki inti besi
Transformator arus atau Current Transformer (CT) yang memiliki inti besi merupakan jenis trafo arus yang sering dipakai pada arus yang relatif kecil atau jauh lebih kecil dari pada nilai nominal yang terdapat pada kecenderungan dalam kesalahan serta pada arus yang lebih besar dengan nilai beberapa kali dari nilai nominal sebuah trafo arus yang akan mengalami saturasi.

b. Trafo arus tanpa inti besi
Trafo arus yang tidak memiliki inti besi tidak akan mempunyai tingkat saturasi serta rugi histerisis, transformasi dari suatu besaran primer ke suatu besaran sekunder merupakan suatu linier di seluruh jangkauan dalam pengukuran, sebagai contoh misalnya adalah pada koil rogowski atau coil rogowski

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya