Menghasilkan Uang Melalui Google AdMob Part I

Memonetisasi Aplikasi Dengan Iklan
Memonetisasi aplikasi dengan iklan memungkinkan pengguna mengunduh dan menggunakannya secara gratis, sementara kamu juga mendapatkan penghasilan. Secara historis, developers telah menggunakan berbagai macam strategi monetisasi aplikasi khususnya game, misalnya model berlangganan atau in-app purchase (IAP). In-app purchase adalah salah satu cara developer meningkatkan kinerja aplikasi mereka dari hasil pembelian pengguna. Namun, seperti yang bisa kita duga, tidak banyak pengguna aplikasi yang menghabiskan waktu menggunakan aplikasi pada masa-masa tertentu. Oleh karena itu, banyak developer yang mulai beralih ke iklan seluler sebagai cara untuk memperoleh pendapatan.
Iklan Pada Game Seluler Adalah Win-win Solution
Karena tidak semua pengguna bersedia atau bisa membayar aplikasi atau item pembelian di dalam aplikasi, iklan merupakan cara yang paling populer untuk mendapatkan penghasilan dari aplikasi. Iklan dalam aplikasi seluler adalah solusi untuk semua orang, baik developer, pengguna, dan pengiklan itu sendiri. Developer bisa memperoleh penghasilan yang mereka butuhkan untuk terus menghasilkan konten yang disukai. Pengguna bisa terus memainkan game favorit mereka secara gratis. Sementara pengiklan sendiri memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengguna baru dengan iklan yang ditargetkan dan relevan.

Iklan Bisa Digabung Dengan Model Monetisasi Lain
Selain memberikan layanan gratis untuk pengguna, iklan dalam aplikasi adalah model yang sangat fleksibel. Model iklan dalam aplikasi bisa dilakukan bersamaan, misalnya dengan model in-app purchase. Semakin banyak developer menemukan bahwa iklan bisa dijalankan berdampingan dengan in-app purchase tanpa menghilangkan salah satunya. Developer juga menemukan bahwa iklan yang memberikan reward, bisa membuat pengguna berpikir untuk membeli item dalam aplikasi. Bahkan terkadang bisa mengubah pengguna gratis menjadi pengguna berbayar.

Menerapkan Format Iklan Terbaik Untuk Aplikasi
Google AdMob menyediakan beragam format iklan yang fleksibel, tidak mengganggu, dan berkinerja tinggi. Iklan banner mudah digunakan dan merupakan salah satu cara yang bagus untuk memulai beriklan di aplikasi seluler. Iklan Interstitial menyediakan iklan layar penuh untuk pengguna. Iklan yang menggunakan sistem reward akan memberikan pengalaman yang sangat menarik. Kemudian, kalau kamu ingin menyesuaikan tampilan iklan dengan konten aplikasi, Native Ads bisa menjadi solusi yang tepat. Apapun format yang kamu pilih, pilihan tersebut akan mempengaruhi pengalaman pengguna dalam menggunakan aplikasi kamu. Google AdMob menawarkan berbagai sumber daya untuk menguji berbagai format iklan dan menganalisis kinerjanya dengan pengguna.

Banner Ads
Iklan banner adalah iklan persegi panjang yang bisa ditempatkan di bagian bawah atau atas layar. Iklan ini bisa ditampilkan sebagai teks, gambar, atau video. Iklan banner sangat mudah diterapkan. Model tersebut cocok dengan permainan kasual. Iklan banner bisa membantu kamu memaparkan iklan saat pengguna memainkan aplikasi tanpa mengganggu aktivitas tersebut. Iklan banner juga akan secara otomatis me-refresh, sehingga iklan yang ditampilkan berbeda-beda. Google AdMob menawarkan konsep smart banner, dimana iklan akan menyesuaikan ukuran banner untuk beradaptasi dengan berbagai perangkat yang berbeda.

Interstitial Ads


Interstitial ads adalah iklan layar penuh. Google AdMob memberikan semua jenis format interstisial yang menarik, termasuk materi iklan interaktif dan video. Iklan interstisial bisa ditutup dengan mudah sesuai keinginan pengguna, karena iklan model ini juga menyediakan tombol untuk menutup iklan. Iklan ini juga mudah diterapkan dan tidak mempengaruhi tata letak konten karena ditampilkan secara penuh. Iklan model ini cocok untuk aplikasi atau game yang memiliki titik transisi alami diantara loop game. Iklan interstisial akan muncul ketika pengguna sedang jeda dari gameplay. Meskipun iklan ini menayangkan lebih sedikit iklan dari iklan banner, iklan interstisial cenderung menghasilkan biaya per seribu tayangan (CPM) yang lebih tinggi, sehingga tetap menghasilkan pendapatan yang signifikan.

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya